BeritaDaerah

Diduga Jadikan Ayat Al-Qur’an sebagai Gimmick Promosi Minuman, SAPMA PP Jateng Desak PT Orang Tua Group Beri Penjelasan

18
×

Diduga Jadikan Ayat Al-Qur’an sebagai Gimmick Promosi Minuman, SAPMA PP Jateng Desak PT Orang Tua Group Beri Penjelasan

Share this article

SEMARANG, Veo-news.com— Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Jawa Tengah menyampaikan sikap tegas terkait dugaan penggunaan ayat suci Al-Qur’an dalam sebuah kegiatan promosi produk minuman Newport yang beredar di media sosial.

SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah menilai, apabila informasi dan video yang beredar tersebut benar merupakan bagian dari kegiatan promosi produk, maka penggunaan bacaan atau hafalan ayat Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick pemasaran minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak tepat dan berpotensi menyinggung sensitivitas keagamaan masyarakat.

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bagus Pujianto Raharjo, S.H., menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tersebut. Ia menegaskan bahwa kitab suci Al-Qur’an memiliki kedudukan yang sangat mulia bagi umat Islam sehingga tidak sepatutnya dijadikan bagian dari strategi promosi sebuah produk.

“Kami mengecam keras apabila benar terdapat kegiatan yang menjadikan ayat suci Al-Qur’an sebagai bagian dari gimmick promosi minuman keras. Al-Qur’an adalah kitab suci yang harus dihormati dan ditempatkan secara terhormat, bukan dijadikan alat permainan atau tantangan dalam kegiatan pemasaran,” ujar Bagus.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan strategi bisnis atau kreativitas promosi, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap nilai agama, norma sosial, serta kepatutan dalam menjalankan aktivitas usaha di tengah masyarakat.

SAPMA PP Jawa Tengah meminta pihak PT Orang Tua Group selaku pihak yang disebut sebagai produsen Newport, maupun pihak lain yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, memberikan klarifikasi secara terbuka mengenai konteks video, pihak penyelenggara, serta tujuan penggunaan bacaan atau hafalan Al-Qur’an dalam aktivitas promosi tersebut.

“Kami meminta penjelasan yang transparan dan bertanggung jawab. Jangan sampai kreativitas pemasaran justru mengabaikan nilai-nilai keagamaan yang harus dihormati bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Kriesna Manunggaling Jati, S.H., mengatakan pihaknya tetap mengedepankan sikap objektif dan menunggu fakta yang dapat diverifikasi.

“Kami menghormati proses hukum dan tidak ingin mengambil kesimpulan secara terburu-buru. Namun apabila benar terdapat kegiatan yang menggunakan hafalan atau bacaan Al-Qur’an sebagai sarana mendapatkan minuman keras, maka hal tersebut perlu dikaji secara serius dari sisi etika promosi, kepatutan, penghormatan terhadap nilai keagamaan, serta aturan yang berlaku,” jelas Kriesna.

Ia juga mendorong instansi terkait untuk melakukan penelusuran secara proporsional terhadap kegiatan yang saat ini menjadi sorotan publik.

Apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran, SAPMA PP Jateng meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjalankan kegiatan promosi secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan norma agama, etika sosial, dan ketentuan hukum.

“Kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Namun penghormatan terhadap simbol dan ayat suci agama harus tetap dijaga bersama. Kami mengajak semua pihak menjaga kondusivitas dan menghormati nilai-nilai keagamaan,” pungkas Bagus.

SAPMA PP Jawa Tengah menyatakan akan terus memantau perkembangan persoalan tersebut serta mendorong adanya penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *